DASAR MEMASANG INSTALASI LISTRIK
DASAR MEMASANG INSTALASI LISTRIK
Pemasangan instalasi listrik rumah pada umumnya memang diserahkan sepenuhnya kepada ahlinya yang kita percayai. Tapi, kita sebagai pemilik maupun bagian dari keluarga pemilik rumah sebaiknya mengetahui dasar2 pemasangan instalasi listrik rumah. Hal ini penting, tidak sekedar untuk menambah wawasan semata, tapi juga agar tidak mudah ditipu orang. Melihat pemilik rumahnya yang kritis dan memiliki wawasan luas tentang instalasi listrik rumah (apalagi punya jabatan, relasi luas, dan populer juga😜), maka ahli instalasi listrik akan berpikir ulang untuk berbuat negatif, termasuk soal memainkan tarif pemasangan instalasi listrik.
Berikut dasar2 pemasangan instalasi listrik rumah:
1. Mempelajari denah rumah
Mempelajari denah rumah terutama yang berkaitan dengan kelistrikan, seperti posisi listrik boks sekring atau boks MCB (Miniature Circuit Breaker). Fungsi sekring sendiri sebagai pengaman, yaitu pemutus arus listrik saat terjadi masalah seperti hubungan singkat (korsleting) atau arus berlebih. Jika tidak ada pengaman, maka arus listrik yang bermasalah tsb bisa merembet, menimbulkan percikan, dan bahkan kebakaran.

Pemilik rumah harus mengetahui jumlah sekring rumah dan fungsi sekring tersebut untuk ruangan mana saja. Misal jumlah sekring rumah saya ada 4, maka berurutan dari kiri: sekring 1 untuk pengaman di luar sekaligus pusat MCB tsb (kabel merah), sekring 2 untuk luar (kabel merah), sekring 3 untuk ruang dalam dan ruang tamu (kabel coklat), serta sekring 4 khusus kamar (kabel coklat). Kalau perlu ditulis di boks tersebut agar tidak tertukar. Sekring pusat memiliki beban terbesar, sehingga harus diperhatikan jika drop, bisa saja sekring lainnya ikut drop, tapi jika bukan sekring pusat yang drop, maka sekring lainnya aman.
Perhatikan juga penempatan posisi dan jumlah sakelar, lampu, dan stop kontak. Hal ini memudahkan saat instalasi listrik rumah bermasalah lalu poin2 tadi dikomunikasikan kepada ahli instalasi listrik sebelum ahli instalasi listrik menelusuri titik berikut jalur kabelnya di atas atap rumah. Setiap satu stop kontak berikut lampu biasanya disebut satu titik. Semuanya harus pas, jangan sampai ada stop kontak yang sudah dicabut (mati), tapi kelistrikannya masih aktif, sehingga menjadi mubazir dan boros listrik.
2. Peralatan instalasi listrik
Peralatan instalasi listrik yang perlu disediakan oleh pemilik rumah sebaiknya yang kualitasnya bagus, tentunya harganya lebih mahal tapi lebih awet dann tidak cepat rusak. Misal: meteran listrik, steker (colokan), colokan, obeng, beberapa jenis tang, silet, pisau, gunting kecil, gergaji besi, tape rol, betel (alat pembelah batu), palu, test pen, sarung tangan pengaman, stop kontak, senter, dan kabel. Khusus untuk stop kontak dan kabel dijelaskan secara rinci termasuk merek di dalam blog yang sama di dengan judul Instalasi Listrik Jadul vs Zaman Now (pertama kali posting di blog ini).
3. Pengaman listrik pusat rusak menjadi wilayah PLN
Boks pengaman listrik pusat setiap rumah biasanya terdapat di luar rumah, ditempel di dinding (sebelum pintu masuk). Hal ini dimaksudkan agar mudah dijangkau pihak yang berwenang (PLN) saat mengecek kondisi kelistrikan, mirip-mirip meteran air lah. Jika Sekring MCB rusak bisa memanggil ahli kelistrikan dari mana saja, tapi jika pengaman listrik pusat rusak, mau ga mau harus memanggil orang PLN (dgn melampirkan rekening listrik asli) untuk mengatasi hal tersebut jika tidak ingin terkena sanksi, mengingat hal tersebut sdh menjadi wilayah PLN. Misal sakelar di pengaman listrik pusat kendor dan dol.

Idealnya jika sakelar pengaman listrik pusat on, maka kondisi semua MCB dan instalasi listrik di dalamnya sudah ok, tapi jika drop, dinyalakan kembali drop lagi, hampir pasti salah satu MCB-nya bermasalah atau instalasi listrik yang di-cover MCB bermasalah. Sakelar pengaman listrik pusat juga bisa tiba2 drop jika terkena sambaran petir yang menggelegar untuk mencegah dampak yang lebih buruk, misal ledakan listrik atau kebakaran. Baru boleh dinyalakan saat petir sudah tidak ada, jika saat dinyalakan berikut MCB-nya, ternyata listrik tetap mati, maka hampir pasti instalasi listrik rusak tersambar petir. Untuk pencegahan baiknya di rumah bertingkat atau rumah yang dekat ruang terbuka seperti sawah dan lapangan, harus dipasang penangkal petir.
4. Menyiapkan kabel NYM dan kabel BC
Kabel NYM merupakan kabel inti tembaga berisolasi PVC (Polivinil Klorida), berfungsi untuk menghubungkan KWH meter atau sumber listrik. Sebagian orang tidak menempatkan kotak pengaman dan sumber listrik secara berjauhan. Hal ini kemungkinan akibat faktor biaya kabel tersebut yang tergolong mahal.Kabel NYM yang sering digunakan berukuran 3 x 4 mm persegi.
Sedangkan kabel BC merupakan kawat tembaga yang tidak memiliki isolator, berfungsi menghubungkan sumber listrik dengan batang arde. Antara sumber listrik dan batang arde biasanya diletakkan secara berdekatan akibat faktor biaya kabel yg juga tergolong mahal. Kabel ini juga biasa digunakan saat membuat penangkal petir. Kabel BC yang sering digunakan berukuran 6 mm persegi.
Kabel standar berkualitas yang sering digunakan di perumahan biasanya merek Prima, tapi jika kabel untuk industri harus lebih kuat dan tebal seperti merek Supreme, harganya pun lebih mahal.
5. Menyiapkan pipa conduit
Pipa conduit (saluran) merupakan pipa pelindung yang digunakan untuk melindungi kabel saat pemasangan instalasi listrik. Hal ini penting ketika kabel terkelupas, maka masih ada pengaman lain yaitu berupa pipa conduit, sehingga korsleting listrik dapat dicegah. Pipa ini juga berfungsi untuk melindungi kabel dari gigitan tikus, mengingat tikus suka mengerat kabel. Tapi, kabel zaman sekarang umumnya tebal terdiri dari beberapa lapisan, termasuk zat racun untuk hewan pengerat.
6. Memahami warna kabel dalam instalasi listrik
Hal tersebut cukup membantu saat proses pengerjaan instalasi listrik dengan meminimalisir kesalahan dalam menyambung kabel listrik. Hal ini menjadi semacam standar jika ahli kelistrikan lain yang masih awam dgn instalasi listrik rumah kita setidaknya bisa lebih cepat beradaptasi dlm memasang kabel, tidak akan tertukar.
Pada umumnya, kabel berwarna hitam merupakan kabel fasa (setrum). Kabel kuning bergaris /loreng sebagai kabel ground. Sedangkan kabel biru merupakan kabel netral. Di samping itu, pemilik rumah juga harus mengetahui ada kabel lain yang berfungsi menyambungkan sakelar menuju lampu, umumnya berwarna merah.
Setelah memilah warna kabel, perlu juga diukur berapa panjangnya untuk lampu, sakelar, dan stop kontak. Dalam jalur utama instalasi listrik, kita dapat menyiapkan 3 kabel, yaitu kabel fasa, netral, dan ground. Biasanya beberapa rumah hanya menggunakan kabel fasa dan netral. Namun, menambahkan kabel ground dapat membuat arus listrik lebih aman, terutama terhadap alat2 elektronik yg dapat menimbulkan arus induksi.

7. Pemasangan kabel instalasi
Sebaiknya pemasangan kabel dilakukan oleh ahlinya, berpengalaman, dan bisa dipercaya (tidak berniat menipu). Alangkah baiknya jika ahli yang kita pilih tsb memang banyak direkomendasikan oleh banyak orang karena track record-nya yang baik. Arus kuat (instalasi listrik) jauh lebih kompleks dari arus lemah (seperti servis televisi, pasang penangkal petir, dsb), sehingga tidak bisa sembarang orang menguasai arus kuat.
(Sumber: Koran Pikiran Rakyat tanggal 9 Januari 2019)
8. Perhatikan cuaca
Pemasangan instalasi listrik (terutama saat ahli instalasi listrik harus masuk ke dalam atap rumah) idealnya dilakukan saat cuaca cerah. Udara pengap dan kotor di dalam atap rumah saat pemasangan instalasi listrik bisa disiasati dengan membuka genting rumah, agar sirkulasi udara lancar. Di samping itu, sinar matahari yang masuk ke dalam atap yg dibuka gentingnya bermanfaat untuk mengurangi debu dan kotoran di dalam atap, walau sifatnya sesaat. Dan itu hanya bisa dilakukan saat cuaca cerah.
Hindari melakukan pemasangan instalasi listrik saat cuaca hujan, apalagi disertai badai petir. Kondisi atap yg dibuka saat memasang instalasi listrik, lalu air hujan yang masuk bisa saja bisa mengenai kabel yg terkelupas atau sedang dipasang mengakibatkan korsleting, bahkan bisa membahayakan ahli instalasi listrik yg berada di dlm atap tsb. Apalagi jika ada petirnya, sambaran petir seringkali sulit ditebak dan sekalinya mengenai listrik saja (misal listrik di luar rumah) bisa saja langsung merembet ke kabel2 di dalam atap rumah maupun kabel lainnya seperti stop kontak, barang2 elektronik yang tersambung listrik (bisa merusak barang2 elektronik), bahkan membahayakan manusia. Hal itu semakin parah jika obyek2 yg jadi korban sambaran petir dalam kondisi basah.
Kita harus mengetahui tata cara dan mengetahui bahaya yang akan terjadi saat memasang instalasi listrik tanpa mengetahui fungsi dan kegunaan komponen tersebut.Sebaiknya kita meminta bantuan kepada yang lebih ahli dan menghindari perbaikan listrik saat musim hujan karena akan berakibat fatal.
Pemasangan instalasi listrik rumah pada umumnya memang diserahkan sepenuhnya kepada ahlinya yang kita percayai. Tapi, kita sebagai pemilik maupun bagian dari keluarga pemilik rumah sebaiknya mengetahui dasar2 pemasangan instalasi listrik rumah. Hal ini penting, tidak sekedar untuk menambah wawasan semata, tapi juga agar tidak mudah ditipu orang. Melihat pemilik rumahnya yang kritis dan memiliki wawasan luas tentang instalasi listrik rumah (apalagi punya jabatan, relasi luas, dan populer juga😜), maka ahli instalasi listrik akan berpikir ulang untuk berbuat negatif, termasuk soal memainkan tarif pemasangan instalasi listrik.
Berikut dasar2 pemasangan instalasi listrik rumah:
1. Mempelajari denah rumah
Mempelajari denah rumah terutama yang berkaitan dengan kelistrikan, seperti posisi listrik boks sekring atau boks MCB (Miniature Circuit Breaker). Fungsi sekring sendiri sebagai pengaman, yaitu pemutus arus listrik saat terjadi masalah seperti hubungan singkat (korsleting) atau arus berlebih. Jika tidak ada pengaman, maka arus listrik yang bermasalah tsb bisa merembet, menimbulkan percikan, dan bahkan kebakaran.

Pemilik rumah harus mengetahui jumlah sekring rumah dan fungsi sekring tersebut untuk ruangan mana saja. Misal jumlah sekring rumah saya ada 4, maka berurutan dari kiri: sekring 1 untuk pengaman di luar sekaligus pusat MCB tsb (kabel merah), sekring 2 untuk luar (kabel merah), sekring 3 untuk ruang dalam dan ruang tamu (kabel coklat), serta sekring 4 khusus kamar (kabel coklat). Kalau perlu ditulis di boks tersebut agar tidak tertukar. Sekring pusat memiliki beban terbesar, sehingga harus diperhatikan jika drop, bisa saja sekring lainnya ikut drop, tapi jika bukan sekring pusat yang drop, maka sekring lainnya aman.
Perhatikan juga penempatan posisi dan jumlah sakelar, lampu, dan stop kontak. Hal ini memudahkan saat instalasi listrik rumah bermasalah lalu poin2 tadi dikomunikasikan kepada ahli instalasi listrik sebelum ahli instalasi listrik menelusuri titik berikut jalur kabelnya di atas atap rumah. Setiap satu stop kontak berikut lampu biasanya disebut satu titik. Semuanya harus pas, jangan sampai ada stop kontak yang sudah dicabut (mati), tapi kelistrikannya masih aktif, sehingga menjadi mubazir dan boros listrik.
2. Peralatan instalasi listrik
Peralatan instalasi listrik yang perlu disediakan oleh pemilik rumah sebaiknya yang kualitasnya bagus, tentunya harganya lebih mahal tapi lebih awet dann tidak cepat rusak. Misal: meteran listrik, steker (colokan), colokan, obeng, beberapa jenis tang, silet, pisau, gunting kecil, gergaji besi, tape rol, betel (alat pembelah batu), palu, test pen, sarung tangan pengaman, stop kontak, senter, dan kabel. Khusus untuk stop kontak dan kabel dijelaskan secara rinci termasuk merek di dalam blog yang sama di dengan judul Instalasi Listrik Jadul vs Zaman Now (pertama kali posting di blog ini).
3. Pengaman listrik pusat rusak menjadi wilayah PLN
Boks pengaman listrik pusat setiap rumah biasanya terdapat di luar rumah, ditempel di dinding (sebelum pintu masuk). Hal ini dimaksudkan agar mudah dijangkau pihak yang berwenang (PLN) saat mengecek kondisi kelistrikan, mirip-mirip meteran air lah. Jika Sekring MCB rusak bisa memanggil ahli kelistrikan dari mana saja, tapi jika pengaman listrik pusat rusak, mau ga mau harus memanggil orang PLN (dgn melampirkan rekening listrik asli) untuk mengatasi hal tersebut jika tidak ingin terkena sanksi, mengingat hal tersebut sdh menjadi wilayah PLN. Misal sakelar di pengaman listrik pusat kendor dan dol.

Idealnya jika sakelar pengaman listrik pusat on, maka kondisi semua MCB dan instalasi listrik di dalamnya sudah ok, tapi jika drop, dinyalakan kembali drop lagi, hampir pasti salah satu MCB-nya bermasalah atau instalasi listrik yang di-cover MCB bermasalah. Sakelar pengaman listrik pusat juga bisa tiba2 drop jika terkena sambaran petir yang menggelegar untuk mencegah dampak yang lebih buruk, misal ledakan listrik atau kebakaran. Baru boleh dinyalakan saat petir sudah tidak ada, jika saat dinyalakan berikut MCB-nya, ternyata listrik tetap mati, maka hampir pasti instalasi listrik rusak tersambar petir. Untuk pencegahan baiknya di rumah bertingkat atau rumah yang dekat ruang terbuka seperti sawah dan lapangan, harus dipasang penangkal petir.
4. Menyiapkan kabel NYM dan kabel BC
Kabel NYM merupakan kabel inti tembaga berisolasi PVC (Polivinil Klorida), berfungsi untuk menghubungkan KWH meter atau sumber listrik. Sebagian orang tidak menempatkan kotak pengaman dan sumber listrik secara berjauhan. Hal ini kemungkinan akibat faktor biaya kabel tersebut yang tergolong mahal.Kabel NYM yang sering digunakan berukuran 3 x 4 mm persegi.
Sedangkan kabel BC merupakan kawat tembaga yang tidak memiliki isolator, berfungsi menghubungkan sumber listrik dengan batang arde. Antara sumber listrik dan batang arde biasanya diletakkan secara berdekatan akibat faktor biaya kabel yg juga tergolong mahal. Kabel ini juga biasa digunakan saat membuat penangkal petir. Kabel BC yang sering digunakan berukuran 6 mm persegi.
Kabel standar berkualitas yang sering digunakan di perumahan biasanya merek Prima, tapi jika kabel untuk industri harus lebih kuat dan tebal seperti merek Supreme, harganya pun lebih mahal.
5. Menyiapkan pipa conduit
Pipa conduit (saluran) merupakan pipa pelindung yang digunakan untuk melindungi kabel saat pemasangan instalasi listrik. Hal ini penting ketika kabel terkelupas, maka masih ada pengaman lain yaitu berupa pipa conduit, sehingga korsleting listrik dapat dicegah. Pipa ini juga berfungsi untuk melindungi kabel dari gigitan tikus, mengingat tikus suka mengerat kabel. Tapi, kabel zaman sekarang umumnya tebal terdiri dari beberapa lapisan, termasuk zat racun untuk hewan pengerat.
6. Memahami warna kabel dalam instalasi listrik
Hal tersebut cukup membantu saat proses pengerjaan instalasi listrik dengan meminimalisir kesalahan dalam menyambung kabel listrik. Hal ini menjadi semacam standar jika ahli kelistrikan lain yang masih awam dgn instalasi listrik rumah kita setidaknya bisa lebih cepat beradaptasi dlm memasang kabel, tidak akan tertukar.
Pada umumnya, kabel berwarna hitam merupakan kabel fasa (setrum). Kabel kuning bergaris /loreng sebagai kabel ground. Sedangkan kabel biru merupakan kabel netral. Di samping itu, pemilik rumah juga harus mengetahui ada kabel lain yang berfungsi menyambungkan sakelar menuju lampu, umumnya berwarna merah.
Setelah memilah warna kabel, perlu juga diukur berapa panjangnya untuk lampu, sakelar, dan stop kontak. Dalam jalur utama instalasi listrik, kita dapat menyiapkan 3 kabel, yaitu kabel fasa, netral, dan ground. Biasanya beberapa rumah hanya menggunakan kabel fasa dan netral. Namun, menambahkan kabel ground dapat membuat arus listrik lebih aman, terutama terhadap alat2 elektronik yg dapat menimbulkan arus induksi.

7. Pemasangan kabel instalasi
Sebaiknya pemasangan kabel dilakukan oleh ahlinya, berpengalaman, dan bisa dipercaya (tidak berniat menipu). Alangkah baiknya jika ahli yang kita pilih tsb memang banyak direkomendasikan oleh banyak orang karena track record-nya yang baik. Arus kuat (instalasi listrik) jauh lebih kompleks dari arus lemah (seperti servis televisi, pasang penangkal petir, dsb), sehingga tidak bisa sembarang orang menguasai arus kuat.
(Sumber: Koran Pikiran Rakyat tanggal 9 Januari 2019)
8. Perhatikan cuaca
Pemasangan instalasi listrik (terutama saat ahli instalasi listrik harus masuk ke dalam atap rumah) idealnya dilakukan saat cuaca cerah. Udara pengap dan kotor di dalam atap rumah saat pemasangan instalasi listrik bisa disiasati dengan membuka genting rumah, agar sirkulasi udara lancar. Di samping itu, sinar matahari yang masuk ke dalam atap yg dibuka gentingnya bermanfaat untuk mengurangi debu dan kotoran di dalam atap, walau sifatnya sesaat. Dan itu hanya bisa dilakukan saat cuaca cerah.
Hindari melakukan pemasangan instalasi listrik saat cuaca hujan, apalagi disertai badai petir. Kondisi atap yg dibuka saat memasang instalasi listrik, lalu air hujan yang masuk bisa saja bisa mengenai kabel yg terkelupas atau sedang dipasang mengakibatkan korsleting, bahkan bisa membahayakan ahli instalasi listrik yg berada di dlm atap tsb. Apalagi jika ada petirnya, sambaran petir seringkali sulit ditebak dan sekalinya mengenai listrik saja (misal listrik di luar rumah) bisa saja langsung merembet ke kabel2 di dalam atap rumah maupun kabel lainnya seperti stop kontak, barang2 elektronik yang tersambung listrik (bisa merusak barang2 elektronik), bahkan membahayakan manusia. Hal itu semakin parah jika obyek2 yg jadi korban sambaran petir dalam kondisi basah.
KESIMPULAN
Komentar
Posting Komentar